Berita Lokal

Tasyakuran Tutup Tandur Di Gubuk Seng

24 Maret 2022
MOCHAMAD NUZULUL ARIFIN
Dibaca 55 Kali
Tasyakuran Tutup Tandur Di Gubuk Seng

Kearifan lokal dan memelihara tradisi baik. Demikianlah juga masyarakat Desa Kedungmaling yang masih menjunjung tinggi nilai kearifan lokal. Begitu banyak kegiatan tradisi yang muaranya adalah ungkapan rasa syukur kepada Ilahi Rabbi.

Pertanian masih menjadi salah satu mata pencarian sebagian warga Dusun I. Berbagai macam aktivitas pertanian mulai menyiapkan lahan, bercocok tanam, hingga panen begitu lekat dengan kegiatan adat. Hal ini tak lepas dari kebiasaan yang telah dilakukan para orang tua serta para pendahulunya yang lain.

Seperti Rabu (23/3) pagi ini, bertempat di Gubuk Seng para petani penggarap maupun pemilik lahan melaksanakan kegiatan Tasyakuran Tutup Tandur. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Perangkat Desa Kedungmaling serta perwakilan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kec. Sooko.

Acara yang dimulai jam 09.10 WIB ini dikawal oleh sesepuh para petani Kedungmaling, H. Imam Basuki. Beliau menyampaikan bahwa acara ini murni merupakan ungkapan rasa syukur atas telah usainya sebagian besar petani yang telah menanam bibit padi. Diharapkan agar Allah Ta’ala memberikan keselamatan dan kesehatan kepada seluruh petani dan keluarganya, warga Kedungmaling pada umumnya. Berharap bahwa padi dapat tumbuh kembang dengan baik tanpa kendala yang berarti. Sebagaimana hasil panen musim tanam sebelumnya. Dimana hasil yang diperoleh cukup menggembirakan.

Sementara itu dari Pemdes Kedungmaling yang diwakili oleh Ust. M. Syafiuddin menyampaikan permohonan maaf bahwa Edy Prabowo Kades tidak dapat hadir. Namun beliau menyampaikan salam sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama para petani yang begitu baik dengan Pemdes Kedungmaling.

Berikutnya perwakilan dari BPP Kec. Sooko lebih banyak meminta saran serta pendapat dari para petani yang hadir. Terutama masalah regulasi serta ketersediaan pupuk yang cukup menjadi perhatian. Tentu saja prinsip para petani adalah bagaimana biaya produksi tak terlalu mahal akibat kelangkaan pupuk atau obat-obatan lainnya.

Terakhir ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ust. M. Syafiuddin. Memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan keberkahan dalam menjalankan pekerjaannya. Serta dapat memperoleh hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image